CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Sunday, 8 November 2009

Orang Kita...

assalamualaikum...salam piala malaysia..


Org kita?..org siapa??org mane???

Buat tatapan semua, bukan ditujukan pada sesiapa..tapi pada diri sendiri jua...

Org kita,

Selalu cakap begini begitu, tapi satu pun tak terbuat, terlupa, terlelap dan hanyut...

Org kita,

Selalu ke sana ke mari, sibuk situ sini, tp akhirnya entah ke mana waktu solat berjemaahnya...

Org kita,

Selalu berhujah itu ini, tapi waktu solatnya selalu terlambat....

Org kita,

Selalu komen itu ini, tapi amalan sendiri x mau lihat...yg nampak, ini salah org lain...

Org kita,

Selalu bertangguh dlm perkara yg banyak, sedangkan masih banyak yg keciciran...

Org kita,

Selalu suka buang masa, kalo sudah free, masjid pun susah nk pegi...

Apakah kita lupe, firman Allah subhanallah taala, dlm surah AlBaqarah, ayat 44::

أَتَأْمُرُونَالنَّاسَبِالْبِرِّوَتَنسَوْنَأَنفُسَكُمْوَأَنتُمْتَتْلُونَالْكِتَابَأَفَلاَتَعْقِلُونَ


Maksudnya:: Adakah kamu menyuruh org lain berbuat baik, sedangkan kamu lupa akan diri sendiri..Padahal kamu membaca AlQuran. Apakah kamu tidak berakal?

Berikut adalah tafsir ayat ni, janganlah kita menjadi seperti pendeta2 Yahudi seperti dinyatakan dalam ulasan di bawah..wassalam


Firman Allah swt, dalam ayat ini juga ditujukan kepada Pendeta pendeta Yahudi. Allah telah mencela tingkah laku dan perbuatan mereka yang tidak baik dan ditunjukkan-Nya kepada mereka jalan keluar dari kesesatan-kesesatan itu. Di antara kesesatan-kesesatan yang telah mereka lakukan ialah bahwa bangsa Yahudi mengatakan bahwa mereka beriman kepada kitab-kitab suci mereka, yaitu Taurat dan mereka melaksanakan petunjuk-petunjuknya dan akan tetap memelihara dan membacanya. Akan tetapi ternyata mereka tidak membacanya dengan baik karena membaca dengan baik berarti mengimaninya menurut cara yang diridai Allah. Pendeta-pendeta mereka yang bertugas untuk menyuruh dan melarang, hanya mau menyebutkan yang hak yang terdapat dalam ajaran kitab suci itu, apabila sesuai dengan keinginan hawa nafsu mereka dan mereka tidak mengerjakan hukum-hukum yang terdapat dalam kitab itu apabila berlawanan dengan hawa nafsu mereka. Pendeta-pendeta Yahudi yang berada di kota Madinah secara rahasia menasihatkan kepada orang orang lain untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw, akan tetapi mereka sendiri tak mau beriman kepadanya. Mereka menyuruh orang lain untuk taat kepada Allah dan melarang mereka dari perbuatan maksiat tetapi mereka sendiri melakukan per buatan-perbuatan maksiat itu.
Dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka "melupakan" diri mereka. Maksudnya ialah "membiarkan" diri mereka merugi, sebab sudah tentu bahwa biasanya manusia tidak pernah melupakan dirinya untuk memperoleh keuntungan dan ia tak rela apabila wing lain mendahuluinya mendapat kebahagiaan. Maka ungkapan "melupakan" itu menunjukkan betapa mereka melalaikan dan tidak memuliakan apa-apa yang sepatutnya mereka lakukan.
Maka seakan-akan Allah berfirman, "Jika benar-benar kamu yakin kepada janji Allah bahwa Dia akan memberikan pahala atas perbuatan yang baik dan Dia mengancam akan mengazab orang-orang yang meninggalkan perbuatan perbuatan yang baik itu, maka mengapakah kamu melupakan kepentingan dirimu sendiri".
Cukup jelas bahwa susunan kalimat ini mengandung celaan yang tak ada taranya karena barang siapa menyuruh orang-orang lain untuk melakukan sesuatu perbuatan kebaikan padahal ia sendiri tidak melakukannya, berarti ia telah menyalahi ucapannya sendiri.
Para pendeta yang selalu membacakan kitab suci itu kepada orang-orang lain lebih mengetahui isi kitab itu dari orang yang mereka suruh untuk mengikutinya. Dan adalah besar sekali perbedaan antara orang yang melakukan suatu perbuatan, padahal ia belum mengetahui benar-benar faedah dari perbuatan itu, dengan orang yang meninggalkan perbuatan itu padahal ia mengetahui benar-benar faedah dari perbuatan yang ditinggalkannya itu.
Oleh sebab itu Allah swt, memandang bahwa mereka seolah-olah tidak berakal, sebab orang yang berakal, betapa pun lemahnya, tentu akan mengamalkan ilmu pengetahuannya itu.
Firman Allah swt. ini, walaupun ditujukan kepada bangsa Yahudi, namun ia menjadi pelajaran pula bagi yang lain. Sebab itu, setiap bangsa, baik perseorangan maupun keseluruhannya, hendaklah memperhatikan keadaan dirinya dan berusaha untuk menjauhkan diri dari keadaan dan sifat-sifat seperti yang terdapat pada bangsa Yahudi itu yang dikritik dalam ayat tersebut di atas, supaya tidak menemui akibat seperti yang mereka alami. [1]

[1] http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=2#44

Saturday, 7 November 2009

My final Final Exam

Final Exam July 2009


Subject Tarikh






1 OM (3 credit hours) 11/11/2009




2 HRM (3 credit hours) 13/11/09




3 EIS (2 credit hours) 14/11/09




4 EM II (3 credit hours) 17/11/09




5 IACS (3 credit hours) 24/11/09




Tuesday, 3 November 2009

Semalam, hari ini dan esok

salam kesibukan di akhir2 sem final year...

dlm kesibukan menyiapkan pelbagai report yg x henti2 kunjung tibanya..lepas satu, satu datang dan memeningkan..semoga Allah memberikan kekuatan pada sahabat2 ku yg bakal bergraduasi itu..diberikan kekuatan utk menyiapkan smuany yg masih belum selesai...

semalam, kekalutan dan kepenatan menyiapkan beberapa report lab dan project..mmg agak kelam kelibut kerana smuany datang serentak..harini lak kene htr softbound FYP yg belum siap itu..mujur SV ku mmberi masa hingga kamis utk di check skali lagi

harini dan pagi td secara specificny, kami sama2 makan roti + teh tarik di USM cafe..makanan terhidang tp x de selera tuan..fyp x siap, macam mane nk rase hepi..huhu..siap pulak SV kate "awak ni kalo macam ni dapat C + je paling tiggi"..lagi la down

esok, presentation HRM adalah agenda utama dan menyiapkan troubleshoot terakhir utk fyp ku..kalo x jadi gak,..hanya Allah jua yg tau bertape siksany jiwa dek projek rm18k ni..

tambahan pula demam menjadi ujian kepada ku di saat ni..Allahurabbi

sahabt2..doakan kemenangan ku dlm pertempuran ini..wassalam

Wednesday, 28 October 2009

Mesej dari seorang sahabat...

salam...

semalam selesai Operation management dan makan malam bersama team project members, kami solat Isyak di masjid an-nur..selesai solat trus keluar utk kerja2 seterusny..dlm keadaan kalut itu, kelihatan beberapa sahabat sedang berkerumun dan berbincang seolah olah ada sesuatu yg berlegar di ruang legar kotak pemikiran mereka..lantas sy pun bertanya dan tanpa soal panjang mereka menyuakan handset seorang sahabat yg menerangi kawasan gelap itu..
erm, dlm 15 minit juge sy mengambil masa utk fahami apa yg mesej tersebut sampaikan..bukan saje panjang tp isiny sukar difahami..sehinnga kini masih terfikir..kalo ade sesiapa di luar sana yg mampu membantu berikut adalah isi2 mesej tersebut:::


"Berkelompok adalah terlarang, menganggotai jemaah2 Islam dan menolak kelompok lainnya dan bangga terhadap kelompok sendiri yg dibangunkan di atas dasar hawa nafsu bahkan ianya menyelisihi para sahabat Nabi SAW yg tidak berpecah dlm urusan aqidah merupakan celaan yg sgt tercela. Lihat surah 2:176, 3:103, 6:159,30:31, jika benar perbuatan berjemaah/berkelompok itu dibenarkan, secara logika adakah boleh jemaah2 tersebut menyelisihi Quran Sunnah dan juga amalan para sahabat? Tentunya tidak..tapi hakikatnya ribuan jemaah Islam yg menyelisihi Quran Sunnah kerana mereka berkelompok..."

Identiti dan number pengirim adalah dirahsiakan..

siapakah yg dapat merungkai persoalan di atas??kerana sukar utk difahami dan menyukarkan..wassalam

Sunday, 25 October 2009

Surah Al Hujurat (Ayat 1 - 3)

Ayat 1 (Terjemahan)

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوا لَاتُقَدِّمُوابَيْنَيَدَيِاللَّهِوَرَسُولِهِوَاتَّقُوااللَّهَإِنَّاللَّهَسَمِيعٌعَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir

Di ayat ini, Allah SWT mengajarkan kesopanan kepada kaum muslimin ketika berhadapan dengan Rasulullah saw. dengan dua cara: pertama, dalam perbuatan, dan kedua, dalam hal percakapan. Mengenai yang pertama, Allah SWT memperingatkan kaum mukminin supaya jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam menentukan suatu hukum atau pendapat.
Mereka dilarang memutuskan suatu perkara sebelum membahas dan meneliti lebih dahulu hukum Allah dan (atau) ketentuan dari Rasul-Nya terhadap masalah itu supaya keputusan mereka jangan menyalahi apalagi bertentangan dengan syariat Islam, sehingga dapat menimbulkan kemurkaan Allah. Yang demikian ini sejalan dengan yang dialami oleh sahabat Nabi Muhammad saw yaitu Muaz bin Jabal ketika akan diutus ke negeri Yaman. Rasulullah saw bertanya: "Kamu akan memberi keputusan dengan apa?". Dijawab oleh Muaz: "Dengan kitab Allah". Nabi bertanya lagi: "Jika tidak kamu jumpai dalam kitab Allah, bagaimana?". Muaz menjawab: "Dengan Sunah Rasulullah". Nabi Muhammad saw bertanya lagi: "Jika dalam Sunah Rasulullah tidak kamu jumpai, bagaimana?". Muaz menjawab: "Aku akan ijtihad dengan pikiranku". Lalu Nabi Muhammad saw menepuk dada Muaz seraya berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasul-Nya tentang apa yang diridai Allah dan Rasul-Nya".
Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada kaum mukminin supaya melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan supaya jangan tergesa-gesa melakukan perbuatan atau mengemukakan pendapat dengan mendahului Alquran dan hadis Nabi, yang ada hubungannya dengan sebab turunnya ayat ini. Tersebut dalam kitab Al-Iklil bahwa mereka dilarang menyembelih korban pada hari Raya Idul-Adha sebelum Nabi menyembelih, dan dilarang berpuasa pada hari yang diragukan. Kemudian Allah SWT. memerintahkan supaya mereka tetap bertakwa kepada-Nya karena Allah Maha Mendengar segala percakapan dan Maha Mengetahui segala yang terkandung dalam hati hamba-hamba-Nya.


Ayat 2 (Terjemahan)

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوا لَاتَرْفَعُواأَصْوَاتَكُمْفَوْقَصَوْتِالنَّبِيِّوَلَاتَجْهَرُوالَهُبِالْقَوْلِكَجَهْرِبَعْضِكُمْلِبَعْضٍأَن تَحْبَطَأَعْمَالُكُمْوَأَنتُمْلَاتَشْعُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dam janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.

Tafsir

Dalam ayat ini, Allah SWT. mengajarkan kepada kaum Mukminin kesopanan jenis kedua yaitu sopan dalam percakapan ketika berhadapan dengan Nabi Muhammad saw. Allah SWT melarang kaum Mukminin meninggikan suara mereka lebih dari suara Nabi. Mereka dilarang untuk berkata-kata kepada Nabi dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara mereka sendiri karena perbuatan seperti itu tidak layak menurut kesopanan dan dapat menyinggung perasaan Nabi sendiri. Terutama jika dalam ucapan-ucapan yang tidak sopan itu tersimpan unsur-unsur cemoohan atau penghinaan yang menyakitkan hati Nabi dan dapat menyeret dan menjerumuskan orangnya kepada kekafiran, yang mengakibatkan hapus dan gugurnya semua pahala amal kebaikannya di masa yang lampau, padahal semuanya itu terjadi tanpa disadarinya.
Ayat ini mengandung peringatan pula antara lain para pembuat lelucon profesional jika sedang mengadakan lawakan untuk membuat tertawa para penonton agar dalam mengemukakan humor-humornya jangan sekali-sekali menyinggung kehormatan agama atau ajarannya yang dapat menjerumuskan mereka secara tidak sadar ke dalam jurang kemurtadan, dan dengan demikian menyebabkan hapus dan gugurnya segala pahala kebaikan mereka di masa lampau.
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Abi Mulaikah bahwa Abdullah bin Zubair memberitahukan kepadanya bahwa telah datang satu rombongan dari Kabilah Bani Tamim kepada Rasulullah saw. Berkatalah Abu Bakar: "Rombongan ini hendaknya diketuai oleh Qa'qa' bin Ma'bad". Umar Ibnu Khattab berkata: "Hendaknya diketuai oleh Al-Aqra' Ibnu Habis". Abu Bakar membantah, "Kamu tidak bermaksud lain kecuali menentang aku". Umar menjawab: "Saya tidak bermaksud menentangmu". Maka timbullah perbedaan pendapat antara Abu Bakar dan Umar sehingga suara mereka kedengarannya bertambah keras, maka turunlah ayat ini. Sejak itu, Abu Bakar bila berkata-kata kepada Nabi Muhammad saw., suaranya direndahkan sekali seperti bisikan saja, demikian pula Umar. Oleh karena sangat halus suaranya hampir-hampir tak terdengar sehingga sering ditanyakan lagi apa yang diucapkannya itu.
Mereka sama-sama memahami bahwa ayat-ayat tersebut sengaja diturunkan untuk memelihara kehormatan Nabi Muhammad saw. Dan setelah turun ayat ini, maka sabit bin Qais tidak pernah datang lagi menghadiri majelis Rasulullah saw., dan ketika ditanya oleh Nabi tentang sebabnya ia tidak lagi menghadiri majelis taklimnya, Sabit menjawab: "Ya Rasulullah, telah diturunkan ayat ini dan saya adalah seorang yang selalu berbicara keras dan nyaring. Saya merasa khawatir kalau-kalau pahala saya akan hapus sebagai akibat kebiasaan saya itu". Dijawab oleh Nabi Muhammad saw: "Engkau lain sekali, engkau hidup dalam kebaikan dan Insya-Allah akan mati dalam kebaikan pula; engkau termasuk ahli surga". Sabit menjawab: "Aku sangat senang gembira oleh berita yang menggembirakan itu, dan saya tidak akan mengeraskan suara saya terhadap Nabi untuk selama-lamanya".
Maka turunlah ayat yang kemudian ini:


Ayat 3 (Terjemahan)

إِنَّالَّذِينَيَغُضُّونَأَصْوَاتَهُمْعِندَرَسُولِاللَّهِأُوْلَئِكَالَّذِينَامْتَحَنَاللَّهُقُلُوبَهُمْلِلتَّقْوَىلَهُممَّغْفِرَةٌوَأَجْرٌعَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

Tafsir

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah saw. setelah melatih diri dengan berbagai latihan yang ketat lagi berat, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka telah berhasil menyucikan diri mereka dengar berbagai usaha dan kesadaran dan bagi mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Mujahid bahwa ada sebuah pertanyaan tertulis yang disampaikan kepada Umar: "Wahai Amirul Mukminin, ada seorang laki-laki yang tidak suka akan kemaksiatan dan tidak pula mengerjakannya, dan seorang laki-laki lagi yang hatinya cenderung kepada kemaksiatan, tetapi ia tidak mengerjakannya. Manakah di antara kedua orang itu yang paling baik?"
Umar menjawab dengan tulisan lagi, "Sesungguhnya orang-orang yang hatinya cenderung kepada kemaksiatan akan tetapi tidak mengerjakannya, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".

Wednesday, 21 October 2009

Sekitar EDX




Shukhairie dengan project sport shoes

Aminudin dan Mat Pa

Hisyam dan Syafie (ETP project: Eco Friendly House)

Bersama DinHo dan Faiz Jalal


Group member: HRM project (Interview with Mr Zamri)

assalamualaikum dan salam sejahtera...

this week mmg week yg hectic, penuh ngan aktiviti, report, exhibition dan byk lagi komitmen yg perlu dibuat..betul skali kata2 Imam Hassan Al Bana.."Tanggungjawab yg kita ada melebihi masa yg kita ada...", sungguh tepat sekali..kadang2 terase berat utk teruskan, tp apabila teringatkan lirik nasyid Harapan padaMu Subur Kembali alunan Ustaz Nazri Johani..lirik2ny begitu menerjah ke dalam hati..ini kerana saat 3 mggu sebelum final exam benar2 mencabar..di tambah dgn final year project yg masih lagi tidak ke mana di sebabkan device incompatible..ya Allah mudahkanlah pekerjaan hambaMu ini...

apapun, pagi di hari pertama EDX (Engineering Design Exhibition) yg pernah disertai satu ketika dulu dan tidak utk project FYP ni...alhamdullillah, dapat melihat adik2 dan sahabat2 yg lain sudah menjadi suatu kegembiraan dan sumber kekuatan kepada diri sendiri..

wassalam

Saturday, 17 October 2009

Rindu...






salam..smlm yg lepas dapat berita akhirnya kakak ku Liyana dan keluarga akan balik ke kelantan setelah beberapa tahun di Tawau, Sabah...alhamdulillah, permohonannya dan Abg Li akhirny dijawab oleh kementerian walaupun Abg Li terpaksa sedikit lambat berpindah ke kelantan berbanding kakakku yg akan pulang pada Hari Raya Korban nanti...

Kepulangan mereka sekeluarga bersama Rifqi dan Iffah Humaira pasti akan ku sambut..udah beso budak2 tu..seperti gambar2 yg di attach di bawah...wassalam